Kelompok Studi Odonata: Jalan-Jalan ala Anak Biologi

Kelompok Studi Odonata Himabio FMIPA UNY merupakan kelompok studi yang secara struktural berada di bawah bidang penalaran Himabio. Kelompok Studi Odonata memfokuskan kajiannya pada capung dan habitatnya. Bulan Desember 2016, KSO secara resmi diangkat menjadi Kelompok Studi pada Sidang Umum Himabio. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh KSO adalah pengamatan capung di beberapa lokasi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Pengamatan di Denggung

Sabtu, 10 Maret 2018 pengamatan kali ini dilakukan di sungai kawasan Denggung, Sleman, Yogyakarta.

Pukul 07.00 WIB sekitar 20 anak dari Kelompok Studi Odonata berkumpul di depan kebun biologi FMIPA UNY. Tidak melupakan sarapan, sebungkus nasi menjadi santapan pagi itu.

Perjalanan dari kampus menuju lokasi pengamatan menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Ringroad utara sangat lengang pagi itu, tidak banyak orang yang lalu lalang. Mungkin mereka memilih untuk menghabiskan akhr pekan bersama keluarga di rumah atau bersepeda keliling desa.

Udah mirip Si Bolang “Bocah Petualang” belum? hihi

Beberapa petak sawah harus dilewati untuk bisa tiba di lokasi pengamatan. Terlihat wajah-wajah sumringah dari teman-teman anggota, akhir pekan memang seharusnya dibuat membahagiakan setelah lelah berkutat dengan tugas-tugas perkuliahan.

Sebelum kegiatan pengamatan, diskusi mengenai materi yang telah diberikan hari sebelumnya: Morfometri untuk Kebutuhan Identifikasi.

 

Mendongeng dan bercerita tentang Pseudagrion pruinosum yang memiliki pruinesence atau serbuk abu-abu pada thoraksnya serta warna matanya yang merah seperti buah cherry.

 

Buku panduan pengamatan merupakan hal yang krusial. Membandingkan apa yang dijumpai di lapangan dengan apa yang tercantum pada literature.
Membaca juga salah satu aktivitas yang menyenangkan karena banyak fakta dan konsep yang bisa kita dapatkan.

 

Berjumpa dengan siapa saja?

  • Neurobasis chinensis florida jantan
Neurobasis chinensis florida jantan

Capung ini memilik warna dominan hijau pada tubuhnya. Sayap depan yang transparan, sayap belakang berwarna hijau gelap.

Capung ini termasuk dalam subordo Zygoptera dari family Calopterygidae. Family dari Calopterygidae memiliki tungkai yang panjang apabila dibandingkan dengan capungjarum lainnya.

Berbeda dengan capung yang dijumpai sebelumnya terpantau sedang bertengger di batang tanaman, capung ini dijumpai sedang hinggap pada batu yang berada di pinggiran sungai.

 

Neurobasis chinensis betina
  • Neurobasis chinensis betina

Beruntung bertemu langsung dengan betinanya, antara jantan dan betina memiliki warna yang sangat berbeda. Betina memiliki warna tubuh yang dominan cokelat.

 

 

 

 

  • Onycothemis culminicola.
Onycothemis culminicola

Salah satu penghuni tetap sungai di kawasan Denggung. Sangat aktif terbang di siang hari, bertengger pada bambu kering atau ranting-ranting pohon.

Ciri morfologi yang paling terlihat dari capung ini adalah cincin-cincin hitam yang berada pada setiap ruas abdomennya.

Tips untuk memotret capung ini adalah, kita menunggu di dekat bambu atau ranting yang sebelumnya dia gunakan untuk bertengger, tidak lama setelah dia terbang, dia pasti akan kembali lagi pada ranting atau bambu tersebut.

 

  • Heliocypha fenestrata
Heliocypha fenestrata

Capungjarum dari family Chlorocyphidae. Warna semburat merah muda dan tosca terlihat pada thoraks jantan. Kebiasaan capung ini betengger pada batu-batu di pinggiran kali.

 

  • Euphaea variegata jantan
Euphaea variegata jantan

Spesies selanjutnya yang dijumpai adalah Euphaea variegata. Capung ini termasuk dalam subordo Zygoptera, family Euphaidae.

Capung ini dijumpai sedang bertengger pada sebuah ranting. Warna tubuhnya yang didominasi hitam, sayapnya apabila terpapar cahaya akan terlihat warna ungu metalik.

Sayap dalamnya berwarna hijau tosca. Pada pengamatan sebelumnya, di kawasan Turi, Sleman. Capung ini dijumpai pada sungai yang memiliki aliran deras dan airnya jernih.

Tidak jarang capung ini terlihat bertarung memperebutkan wilayah teritorial dengan pejantan sejenis.

 

  • Libellago lineata jantan
Libellago lineata jantan

Kawasan Denggung merupakan kawasan yang sangat istimewa. Disana dapat dijumpai 2 jenis capung dari family Chlorocyphidae, salah satunya yaitu Libellago lineata. Saat pengamatan, jenis capung ini dijumpai sedang bertengger pada batu-batu kali. Ukurannya yang kecil membuat kita harus benar-benar jeli untuk bisa menemukan jenis ini.

Warna abdomen jantannya kuning cerah, warna tubuh betinanya dominan kecoklatan.

 

Tidak banyak capung biasa yang dapat dijumpai di kawasan Denggung. Selain Orthetrum sabina, Pantala flavescens, dan Neurothemis terminata, capung biasa yang dapat dijumpai adalah Orthetrum testaceum.

Orthetrum testaceum Jantan

Capung ini sangat aktif terbang pada pagi sampai siang hari, sangat sensitif terhadap kehadiran manusia, cukup sulit untuk mendapatkan foto Orthetrum testaceum.

Orthetrum testaceum apabila dilihat sekilas sangat mirip dengan Ortehtrum chrysis. Kedua capung tersebut memiliki warna abdomen merah menyala.

Perbedaannya kedua capung tersebut terdapat pada bagian ventral abdomen nomer dua. Jenis Ortehtrum chrysis memiliki bentuk penis yang menyerupai spina.

 

Akhir Kegiatan

Setelah berkegiatan, tidak lupa untuk foto bersama.

Cara menghargai sebuah pertemuan adalah dengan mendokumentasikannya.

 

Semoga pengamatan kali ini menambah pengalaman serta daftar cerita menyenangkan untuk bisa teman-teman ceritakan.

Print Friendly, PDF & Email

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 6 =


− 3 = 2