PELANTIKAN ANGGOTA BARU KELOMPOK STUDI ODONATA.TERMINATA : TAK HANYA PELANTIKAN NAMUN JUGA AJANG MEMPERERAT PERSAUDARAAN

 

Sabtu, 21 April 2018. Hari yang ditunggu-tunggu oleh calon anggota Kelompok Studi Odonata Universitas Negeri Yogyakarta pun tiba. Tak lupa semangat mereka bawa dari rumah untuk melaksanakan kegiatan yang akan membawa mereka menyelami Odonatologi lebih dalam lagi. Persiapan menuju lokasi dijalani dengan balutan canda tawa antara calon anggota dan juga pengurus. Pukul 14.00, dengan bermodalkan sepeda motor, kurang lebih 13 orang berangkat menuju lokasi Terminata 2018 yaitu Tahura (Taman Hutan Raya) Gunung Kidul.

Perjalanan menuju lokasi Terminata menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi calon anggota yang tidak terbiasa melewati jalan Pathuk yang menanjak serta berkelok. Ditambah dengan suasana yang cukup mendung di perjalanan, membuat kami bergegas untuk ke lokasi agar tak terkena hujan yang kemungkinan turun begitu saja di tengah perjalanan.

Rombongan sampai di Rumah Bapak Giyono selaku Ketua RT 08 Gading IV yang nantinya menjadi tempat para peserta Terminata 2018 untuk bermalam. Usai melaksanakan sholat Ashar, peserta Terminata 2018 bersiap melaksanakan kegiatan yaitu Presentasi Karya. Presentasi karya dimulai dari Mega Setyawati yang bercerita mengenai capung favoritnya yaitu Heliocypha fenestrata. Dilanjutkan dengan Putri Puji Lestari dengan Neurobasis chinensis florida yang menjadi capung favoritnya. Salah satu peserta laki-laki, yaitu Arif Rahman bercerita tentang Vestalis luctuosa dan bercerita bagaimana perjumpaannya dengan si cantik biru metalik ini. Selanjutnya adalah Ananda Virgiana yang bercerita mengenai capung favoritnya yaitu Agriocnemis femina, bahkan Ananda juga bercerita tentang perbedaan Agriocnemis femina dengan Agriocnemis pygmaea. Dan yang terakhir adalah Mifta Hasdarini dengan cerita mengenai Heliocypha fenestrata.

Setelah presentasi karya usai, kemudian dilanjutkan dengan pengamatan ringan di sekitar kolam teratai dan juga kolam penyulingan limbah untuk menghabiskan waktu hingga Maghrib tiba. Di sana dijumpai Neurothemis sp. dan jugaZyxomma obtusum yang jumlahnya cukup banyak dan terbang menari-nari menyambut kami. Setelah terdengar Adzan Maghrib, rombongan bergegas kembali ke Rumah Bapak Giyono untuk Ishoma. Usai melaksanakan sholat Maghrib, dilaksanakan diskusi ringan mengenai pengamatan sore tadi sembari menunggu adzan Isya’.

Acara malam dilanjutkan dengan Selayang Pandang KSO dan games yang sangat menghibur peserta pelantikan. Selayang pandang KSO disampaikan oleh Ketua KSO yaitu Mariza Uthami. Setelah selesai, kemudian dilanjutkan games susun puzzle dan tebak capung. Ketika peserta mulai merasakan kantuk, dilakukan ice breaking yang sangat menyegarkan kembali pikiran. Setelah rangkaian acara malam usai dilaksanakan, pukul 22.00, peserta Terminata 2018 dipersilahkan untuk istirahat serta bersiap untuk kegiatan di hari selanjutnya.

Peserta disambut dengan udara pagi yang segar di wilayah Tahura. Rombongan melaksanakan senam pagi untuk membakar semangat agar melaksanakan kegiatan hari ini dengan senang hati. Usai melaksanakan senam, kemudian peserta sarapan dengan tempe goreng dan teh hangat.

Pengamatan hari kedua pun dimulai. Diawali dengan pengamatan pada kolam teratai. Pada wilayah ini, dijumpaiAgriocnemis femina yang sedang bertengger di paku-pakuan samping kolam. Copera marginipes yang terbang dengan lembut diantara tanaman-tanaman air. Serta dijumpai Neurothemis sp. yang sedang terbang dan bertengger di atas daun teratai dan ranting di tengah kolam.

Wilayah selanjutnya adalah aliran sungai kecil dan hutan dengan vegetasi cukup rapat. Di area ini rombongan berjumpa dengan Copera marginipes yang sedang tandem, Heliocypha fenestrata, dan yang cukup unik adalah berjumpa denganGynacantha subinterrupta yang sedang tengger diantara dedaunan. Ukuran dari Gynacantha subinterrupta cukup besar dibandingkan dengan capung lainnya. Serta memiliki anal appendages yang panjang serta berbentuk unik.

Selanjutnya adalah di area kolam limbah penyulingan minyak kayu putih dan sekitarnya. Rombongan berjumpa denganNeurothemis sp., Heliocypha fenestrata, serta Diplacodes trivialis betina. Di bagian bawah kolam terdapat kebun dan rombongan berjumpa dengan Orthetrum sabina, Pantala flavescence, Neurothemis sp., dan Rhodothemis rufa.

Setelah di kebun, dilanjutkan di wilayah kolam lele yang tanaman airnya sedikit. Di area ini berjumpa denganDiplacodes trivialis, Neurothemis sp., Pseudagrion rubricepsCopera marginipes, Agriocnemis femina, Ictinogomphus decoratus dan Orthetrum sabina yang terlihat sedang saling serang mempertahankan tetori.

Setelah pengamatan di dekat penginapan usai dilakukan, peserta dipersilahkan untuk istirahat dan bersiap untuk pengamatan lanjutan yaitu di wilayah sungai.

Gambaran wilayah sungai ini sendiri adalah beraliran cukup deras, dengan air terjun kecil yang memiliki vegetasi cukup rapat. Kedatangan rombongan pengamatan disambut oleh Tramea transmarina yang bertengger di ilalang dan langsung terbang. Di aliran air terjun kecil, kami langsung disuguhi pemandangan yang tidak kami duga yaitu indukOrthetrum testaceum sedang meletakkan telur di genangan air ditemani oleh sang jantan. Aktivitas peletakkan telur berlangsung cukup lama sekitar 4-5 menit.

Aktivitas di sana cukup ramai. Selain dua jenis tadi, kami juga berjumpa dengan Orthetrum sabina, Trithemis festivayang asyik terbang kesana-kemari, Trithemis aurora dengan warna pinknya yang sangat cantik, Libellago lineata, Pantala flavescence, dan Agrionoptera insignis. Hal yang tak kalah menarik adalah Diplacodes trivialis yang sedang kawin dan meletakkan telur.

Usai pengamatan, rombongan pengamatan berdiskusi di bawah pohon yang rindang ditemani dengan suara gemercik air sungai. Diskusi berlangsung menyenangkan karena antusiasme peserta. Setelah berdiskusi, rombongan kembali ke Rumah Pak Giyono untuk makan dan persiapan pelantikan.

Seusai makan, peserta kemudian dilantik dengan hikmad. Setelah ucap janji, para peserta disematkan slayer KSO sebagai tanda resmi anggota KSO angkatan III.  Semoga semangat belajar dari semua anggota yang telah dan baru saja dilantik untuk belajar percapungan tetap ada dan selalu membara. KSO hanya salah satu wadah untuk jiwa-jiwa bersemangat yang haus akan ilmu pengetahuan, harapannya semua anggota dapat tumbuh dan berkembang bersama dalam wadah tersebut serta memberi kebermanfaatan untuk yang lainnya.

Salam Lestari! Salam Konservasi!

Print Friendly, PDF & Email

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 9 =


84 − 81 =